assalamu'alikum warohmatullohi wabarokaatuh

hai,,, sobat mwb'erz, bagaimana kabarnya ? Semoga sehat selalu. Pada kesempatan kali ini aku menulis cerita fiksi, ini adalah cerita fikiku yang pertama. Mohon dikoreksi apabila ada yang kurang. Okey,,, tanpa basa-basi lagi, langsung saja silahkan dibaca !




aku ingin memberi hadiah di hari ulang tahun temanku. Ia adalah teman akrabku. Hari itu aku berfikir untuk membuat lukisan. Tak lama lagi aku mulai mengambil kertas gambar, pensil, penghapus, palet, kuas, dan cat air. Lalu kubawa peralatan itu semua ke taman.


Aku duduk dibawah pohon. Mataku menatap detail setangkai bunga yang ada didepanku lalu kutuangkan menjadi garis-garis dan liukan-liukan melalui goresan pensil ditangan. bunga sepatu didepanku itu yang menjadi objeknya. Setiap kali ada yang tidak pas langsung ku-hapus lalu kuperbaiki. Mahkota bunga, iya itu yang saya rasa sulit. Bentuknya melengkung kesegala arah dan itu adalah pokoknya. Yang paling sulit dan pokok aku dahulukan kemudian baru yang mudah. Ku akhiri dengan menggambar tangkai bunganya.


setelah saya rasa pas aku mulai untuk memberi warna dengan cat air. Aku memilih warna yang pas. Ku padukan beberapa warna supaya mirip dengan warna asli pada bunga sepatu di depanku itu. Sebelum ku goreskan pada gambar aku mencobanya dulu pada kertas lain supaya tidak ada kesalahan warna. Aku memulainya dengan memberi warna mahkota bunga, kugoreskan kuas secara perlahan dalam satu arah menuju mahkota tepi luar. Setelah benar-benar pas dan bagus aku melanjutkan memberi warna benagsari, putik, kelopak, dan yang terakhir tangkai bunga.


lukisan bunga sepatu pun sudah selesai. Kucoba membandingkan dengan bunga sepatu asli didepanku. Ada kesalahan atau tidak, warna sudah pas apa belum, dan saya rasa sudah sempurna.


"bakso,,, bakso,,,,ting,,, ting,,, ting,,," kulihat penjual bakso lewat.

"beli bakso pak ! Nggak usah dikasih kuah, dikasih sambal sama saos aja dan ditaruh di palstik." sambil kusodorkan uang 5 ribu rupiah.

setelah itu aku duduk kembali dibawah pohon tadi. Aku memakan bakso sambil memperhatikan lukisan bunga sepatu yang aku taruh didepanku.

"waduhhh,,,,,!" aku menarik bakso dengan tusuk dan tidak sengaja saosnya menetes mengenai lukisanku. Lukisan yang tadi aku buat berjam-jam malah terkena saos. Hatiku mangkal, aku menyalahkan diriku sendiri, aku terlalu ceroboh.


Aku termenung, tiba-tiba fikiranku melesat jauh dan air mataku tak terbendung lagi, jatuh membasahi pipiku. Bagaimana tidak? Aku teringat akan segala amal yang aku perbuat, aku tidak tahu mana yang diterima dan diridhoi Alloh dan mana yang tidak diterima. Lukisan yang bagus bisa menjadi tak berharga lagi setelah terkena tetesan saos. Lalu bagaimana dengan amal yang telah saya perbuat ? Apakah ada yang menjadi tak berharga apabila aku melakukan hal yang buruk, aku tidak khusuk dalam beribadah, kurang ikhlas dalam berbuat sesuatu. walaupun itu sedikit.


Aku tahu dan menyadari kalau lukisan itu terkena saos dan menjadi tak berharga, sedangkan bagaimana kalau aku tak tahu dan tidak menyadari kalau amal yang telah ku perbuat tidak diridhoi Alloh ?


"Ya Alloh,,, ridhoilah segala amal yang ku perbuat. Berilah aku petunjuk, Jika aku salah berilah aku ilmu supaya aku bisa kembali ke jalan yang benar, jalan yang kau ridhoi."


wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokaatuh