Celana Basah adalah sebuah kisah misteri kocak aneh tentang perkemahan. Ini merupakan kisah misteri aneh kedua saya setelah cerita yang berjudul Kulkas. Sebagian cerita ini berdasarkan pengalaman, sebagian lagi berdasarkan fiksi saja. Oke, langsung saja! mrgreen



Celana Basah



Beberapa tahun yang lalu, aku pernah menjadi seorang pembina pramuka. Pada suatu liburan aku mengadakan perkemahan dengan sekelompok anak-anak anggota pramuka ke daerah pegunungan. Setelah kami memasang tenda, malamnya kami membuat api unggun di tepi sungai, duduk sepanjang malam dan menceritakan kisah-kisah misteri.



Semua anak-anak yang ikut perkemahan adalah laki-laki dan perempuan berusia antara 12 sampai 14 tahun.



Ketika cerita dimulai, aku tak pernah membayangkan bahwa mimpi buruk tentang cerita itu akan membuat seorang anak laki-laki ketakutan.



Seorang anak mulai menceritakan kisah nyata menakutkan tentang pembunuh gila dengan parang besar yang berkeliling mengintai orang-orang yang berkemah yang katanya dulu pernah terjadi di tempat perkemahan ini.



Saat dia menceritakan kisah mengerikan itu, semua orang saling berdekatan. Anak itu bercerita tentang betapa ganasnya pembunuh itu saat mencincang korbannya.



Ketegangan terjadi saat cerita berlanjut ke bagian yang benar-benar menakutkan, anak yang menceritakan kisah itu tiba-tiba berteriak sangat keras seolah sedang mengalami kerasukan. Keheningan pun pecah dan membuat semuanya berteriak.



Kemudian semua anak-anak menyadari bahwa mereka telah tertipu dan akhirnya semuanya mulai tertawa.



Namun, salah satu anak laki-laki tiba-tiba melompat dan mulai melarikan diri ke dalam kegelapan. Karena aku adalah seorang pembina pramuka, sudah pasti ​​aku harus mengejarnya. Aku berteriak sambil berlari menuju sungai. Aku pikir dia akan berhenti di tepi sungai, tapi ternyata tidak.



Oh tidak! Dia menceburkan diri ke sungai!. Saat itu yang bisa aku lakukan hanya berteriak "Woi.. !!"



Dalam kegelapan malam, aku bergegas menuju ke tempat dimana dia menceburkan diri. Anak-anak lain menyaksikan dengan takjub saat aku terjun dan berenang mengejar anak laki-laki itu, mungkin saat itu aku terlihat sangat keren. Tingkat kedalamannya hanya seleher, tapi airnya sangat dingin. Aku mencengkeram kerah bajunya dan menariknya keluar dari air.



Dia basah kuyup dari kepala sampai kaki. Seorang rekan pembina perempuan membawa selimut dan menidurkannya disamping api unggun. Setelah dia mengeringkan diri, aku mengajaknya bicara dan menanyakan mengapa dia begitu takut dengan cerita itu.



Dia mengatakan kalau dia tidak takut oleh cerita itu. Tapi teriakan temannya itu yang membuat dia sangat kaget dan tidak sengaja pipis di celana. Dia tidak ingin dipermalukan di depan semua orang, tanpa pikir panjang, dia berlari dan melompat ke dalam air untuk menyembunyikan noda basahnya.. smile