"Bercucur air keringat yang mengalir diwajah ini dan kering kucel rambut ini oleh sinar panas matahari yang menerpa aku dan lingkungan sekitar aku, hingga membuat diriku yang jomblo dan tak pernah punya pacar ini menghela nafas berkali-kali, walaupun dalam keadaan istirahat. Dengan alas batu yang ditumpuk sendal jepit yang aku kenakan."

"Aduhh, siang ini cuacanya cukup buat aku lelah banget , tak seperti biasanya begini," Celoteh aku sambil melempar-lempar batu kecil di sampingku ke air sungai yang mengalir di hadapanku.

"Mungkin Dunia ini akan kiamat ! Ucap orang misterius dengan nada tegas yang menyambung celotehku."

"Hah.. Siapa kamu?" tanya aku pada orang yang tiba-tiba menyambung perkataan aku.

"Kamu tidak perlu tahu aku siapa! Yang jelas aku adalah penunggu batu yang sedang kamu duduki itu," .. Ujar pria misterius itu.

"Hahh.. Aku tak akan percaya sama ucapan kamu, Mana mungkin kamu penunggu batu ini ! Jika iya kamu penunggunya? Pasti kamu hanyalah pengangguran .. Hahaha," canda aku kepadanya.

"Kurang ajar kamu !!! Rasakan ini.. "Hiiiaaattt.. dengan mengangkat telunjuknya dan menunjukkan telunjuknya pada aku ! Seraya mengucapkan , Dasar Jomblo."

"Haha.. Kirain kamu mau sihir aku, rupanya kamu cuman mengejek aku? Gak bisa kali.. Aku udah kuat akan penghinaan jomblo."

Tapi di saat percakapan yang kami lakukan saat itu, aku tak sengaja menoleh ke arah kiri yang berjarak 20 meter dari tempat aku ini, dan aku melihat ada wanita yang menaiki pembatas jembatan ! Yang rupanya mau bunuh diri. Dan tak pikir panjang aku langsung berlari menuju jembatan , sembari berteriak "Stop.. Stop.. Jangan bunuh diri!". Lalu aku sesampainya di jembatan , aku mencegahnya dengan teriak "Mba..mba..?? Stop jangan bunuh diri" , ujar aku beberapa kali mengingatkannya.

"Stop ! Anda tidak usah ikut campur urusan hidup dan mati aku ! Dengan tegasnya wanita itu membalas ucapan aku yang mengingatkannya."

"AAA.. Teriak wanita tadi yang terjun dari pembatas jembatan itu."

"Rasakan itu.. ! Ujar pria misterius tadi, karena dia telah mendorong wanita itu. Lalu aku membentaknya dengan kata-kata kasar karena kelakuannya itu."

"Kamu manusia biadab, kamu tidak punya hati ! Ujar aku yang membentaknya lagi dengan nada keras."

"Hei, kamu jangan so jadi pahlawan , dia mau bunuh diri ! Dia kalau bunuh diri akan berdosa . Jadi biarkan aku yang membunuhnya saja." balas dia yang balik membentak aku!.. Aku hanya ingin dia mati tanpa dosa ! Jadi biarkan aku yang menanggung dosannya, lagian aku masih hidup ? Jadi aku masih bisa tobat."

"Setelah dia bilang begitu, aku langsung terdiam dan menunduk, tapi beberapa detik kemudian aku mengangkat kepala dan menatap matanya dengan tanganku untuk mendekap kedua pipi pria misterius itu, dan aku bicara padanya, "Kamu Hebat.. Aku bangga padamu" ujar aku dengan nada menggoda.

"Iya terimakasih.." balas dia dengan senyum kepadaku.

Lalu akupun membalas senyuman dia, hingga membuat kami bertatap-tatapan dengan mesra.

Tapi aku tiba-tiba terkejut! karena Pria misterius itu mengangkat tangannya dan menurunkan tanganku yang mendekap kedua pipinya dengan cepat. Lalu dia memeluk aku dengan erat, dan menatap aku dengan penuh cinta. Dan tiba-tiba dia mencumbu bibir aku dengan nafsu tinggi , Dan aku hanya bengong merasakan bibir dia yang melumat bibir aku ini.

Singkat cerita, 10 tahun setelah kejadian itu ? Kami memutuskan untuk menikah. Dan kini kami hidup menjadi pasangan gay yang bahagia.

-TAMAT-