14370278_513272352198704_851001056956726


A. Pilihan kata atau Ungkapan untuk Memulai Percakapan




Proses penyampaian bahasa Indonesia dalam berkomunikasi secara lisan dapat dilakukan dalam dua cara, yaitu secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung maksudnya berhadapan atau bertatap muka dengan mitra bicara dan tidak langsung ialah dengan menggunakan sarana seperti telepon atau media komunikasi yang lainnya.


Ragam yang digunakan dapat ragam formal, seni formal, atau nonformal.


B. Salam dan Ungkapan dalam Mengakhiri Percakapan




Saat akan mengakhiri percakapan, biasanya pembicara melakukan hal-hal seperti dibawah ini.

1. Menegaskan kembali yang hal penting dari apa yang telah dibicarakan agar tetap diingat atau tak lupa untuk dilakukan.

2. Mengucapkan terima kasih.

3. Permintaan maaf.

4. Ungkapan perpisahan serta harapan.

5. Menutup percakapan dengan salam penutup.


C. Penerapan Pola gilir dalam Percakapan secara Aktif




Agar percakapan dapat berlangsung dengan merata dalam arti setiap orang yang terlibat percakapan bisa berbicara, dapat diterakan sistem pola gilir dengan cara melemparkan pertanyaan supaya mitra bicara yang lain mendapatkan kesempatan. Pengalihan topik tetap harus secara santun dan halus agar tak mengganggu kenyamanan proses percakapan yang tengah berlangsung.


D. Mengalihkan Topik Pembicaraan Secara Halus




Dalam suatu percakapan baik formal, semiformal maupun nonformal, pengalihan pembicaraan ke topik lain biasa terjadi. Hal ini bisa diakibatkan karena adanya keterkaitan antara satu masalah terhadap masalah lainnya atau satu topik terhadap topik lainnya.


E. Mengungkapkan Perbedaan Pendapat secara Halus




Perbedaan pendapat diantara pembicara baik pada forum diskusi atau situasi semiformal wajar terjadi. Menyampaikan pendapat yang berbeda atau menyanggah pendapat orang lain yang berbeda dengan pendapat kita dapat dilakukan secara halus.