Berjalan pakai kaki, melihat pakai mata, mendengar pakai hati, tapi hidup harus pakai hati biar penuh makna & cinta ! Pungkas H. Dedi Mulyadi (Bupati Purwakarta) dalam acara T.O.P (Tukang Ojeg Pengkolan).



Tapi, bicara soal Cinta mungkin tidak aneh lagi, karena Cinta sudah tumbuh sejak lahir, dari dalam perut sang Ibunda & Ayahanda merawat Ibunda dengan penuh Cinta, karena demi calon anaknya yang ada dalam kandungan sang Adindanya Sang Ayah!.

Cinta terlihat umum itu sebagai hal yang Indah & menyenangkan, tetapi menurut saya "Moch Agung Laksana" Cinta itu tak selamanya & tidak semuanya Indah, bahagia ataupun menyenangkan, di Usia saya yang menginjak masa remaja ke masa dewasa. Mungkin pengalaman saya hanya 25% saja, lebih rendah dari pengalaman Cinta orang tua & kakek nenek saya yang sudah 100% punya pengalaman cinta yang Pasti.

Walaupun hanya seperempat persen dari pengalaman mereka, saya tahu saya sudah cukup berbagi tentang cinta & pembaca pasti tahu, kalo cinta itu tidak memandang usia.

Cinta sangat di inginkan bagi mereka yang masih sendiri, karena mereka merasa belum punya Pasangan. Dan pasangan adalah hal penting bagi mereka dalam mengarumgi Cinta, tapi alangkah indahnya & bersyukur jika mereka sudah tumbuh itu karena di besarkan oleh Cinta! Terutama Cinta kedua orang tua serta keluarga mereka.

Jadi mengenal Cinta itu tidak harus punya pasangan? IYA , karena jika punya pasangan pun kamu belum tentu sudah mengenal Cinta dengan Bahagia. Misalnya dari kasus seseorang yang rela memperjuangkan pasangannya mati-matian, di karenakan dia sangat mencintai pasangannya, tapi sadarkah dirinya bahwa orang tersebut belum tentu bisa membalas cinta kita yang mati-matian! Yuk mulailah dari sekarang menjaga kematian karena cinta ! Ingatlah Tujuan utama Hidup bukan untuk Cinta, tapi Ibadah supaya masuk Surga.


Mengenal Surga, Cintalah salah satu surga Dunia, Cinta di sebut begitu karena banyaknya kasus kenikmatan di luar ikatan perkawinan yang Syah. Nah, Dosakah Kamu?..

Di dalam Cinta juga terdapat kebajikan dan Keburukan. Diantara keduannya itu seimbang jika di perhitungkan, tapi keburukan di anggap lebih indah oleh mereka yang khilaf karena menistakan Cinta, seperti halnya Perzinahan, perselingkuhan dan Kebohongan!. Semua terjadi di karenakan Cinta yang sudah membahana, sehingga Muncul dalam benak mereka untuk melakukan Perbuatan dosa terindah.

Tapi banyak juga yang masih bertahan karena Sakit dan Perihnya penghianatan Cinta, mereka beralasan bahwa Cinta mereka Tulus, ikhlas dan karena Alloh swt. Mereka menganggap penghianatan itu sebagai nikmat alloh dalam menguji kesabaran dan ketabahan mereka!.

Hanya sebahagian kecil orang orang tersebut dan bisa di katakan contoh nya Penulis Cerpen (Moch Agung Laksana) yang masih bertahan dengan nista nya Cinta yang di rasakan padanya, tapi karena dia sadar bahwa Cinta tak selamanya harus punya ikatan , tapi Cinta di rasakan oleh Hati yang tulus, ikhlas dan senantiasa setia!..




"Ingat Nikah Dulu Baru Syah" Jangan Kamar Dulu, Baru Ah.. Ah.. Ah.. "







TERUNTUK KEKASIH KU YANG MENYAYAT HATI INI, TERIMAKASIH ! Karena Kamu sudah melilit hati aku dengan senyuman Pahit yang berujung Keikhlasan!.