Dia mungkin hanya seorang murid SMU biasa,tapi cara berbicaranya berbeda dengan anak-anak lain,dengan ciri khasnya yang super alay hingga akhirnya semua orang menyebutnya dengan panggilan Mr. Alay



Kini ia sedang terbaring dirumah sakit,ya,dia shoc berat karna gadis yang belum sempat ia perjuangkan telah menjadi milik orang lain



"Kau yang memutuskan keputusan yang salah besar ini, tapi sekarang?Kau terbaring disini"kata Deni dengan nada kecewa



"Aaaah sudahlaaah,sahabatmu inii sedang sakit,bukan dihibur malah diceramahin"jawabnya dengan wajah tanpa dosa dan penuh keceriaan,walaupun dalam hatinya,luka itu mengalir darah yang tidak mampu dihentikan



"terserah!"kata Deni



"Iyaaa mr. Alay tau koook, judul lagunya Glenn Fredly kan?? Kan kan?"



"kau ini"geram Deni lalu beranjak meninggalkannya



"Den"panggilnya tanpa dipedulikan



---



Hari-haripun berlalu hingga saat ini,kini Deni hanya sendiri disekolah,dan kebetulan hari ini ia berpapasan dengan gadis yang ia benci menyapanya



"Deni.."sapa gadis itu sambil tersenyum dan berlalu,Deni menghentikan langkahnya,melihat sinis gadis itu



"Amy tunggu"tegasnya



"iya?"tanya gadis itu



"kau tau namaku?" gadis itu semakin kebingungan



"Apa kau tak memiliki perasaan apapun terhadap Rey?"tanyanya dipertegas,tetapi gadis itu hanya diam,terus,terus,hingga akhirnya air mata yang menetes



"Aku tidak pernah memiliki perasaan apapun"katanya dan berlalu,namun Deni menahan tangannya



"Kau tidak usah berbohong,aku tau kau mencintainya,tidak mungkin tidak"



"Bahkan sedikitpun tidak"tegas gadis itu,Deni masih diam menatap gadis itu,menatap dengan penuh kebingungan,tapi dia tetap yakin pada hatinya



"Ya,kau benar,jika kau mencintainya,kau pasti tau keberadaannya sekarang.Andai saja kau tau, dia berjuang keras untuk lebih pantas disisimu,dan sekarang,dia terbaring dirumah sakit hanya karna mengetahui kau telah menjadi milik orang lain.Seharusnya dulu aku bisa mencegahnya jatuh cinta kepadamu"katanya menjelaskan lalu melepas tangannya yang sedari tadi menahan tangan gadis itu.Gadis itu masih menangis lalu membalikkan tubuhnya



"A..Apa?Rey?"tanya gadis itu dengan tangisan yang semakin menjadi-jadi,Deni hanya berlalu meninggalkan gadis itu sendiri disudut kantin sekolah itu



"Kau kemana saja?Aku mencarimu"kata sosok laki-laki yang tiba-tiba mendatangi gadis itu



"Alen"kata gadis itu



"Kau kenapa menangis, siapa yang membuatmu seperti ini?" tanyanya lagi



"Alen,aku tak pernah menganggap adanya kita,aku tidak pernah ..."



"Kau ini bicara apa?Ayolah pulang"kata sosok laki-laki itu



"Aku tidak mau pulang,aku harus kerumah sakit"jawabnya



"Untuk apa?Ini sudah sore, ayolah.."kata laki-laki itu sambil menarik tangan gadis itu



"Alen aku mohon.."



"Oke! Tapi hapus air matamu sekarang"pinta laki-laki itu



---



"Untuk apa kau datang kemari? Kau bilang kau tak ada rasa apapun terhadap Rey? Oh, kau membawanya? Untuk apa? Kau ingin membuat kondisi Rey semakin parah?"tanya Deni



"Kau! Jangan berbicara kasar terhadap Amy"sahut laki-laki itu,sedangkan gadis itu memasuki ruangan Mr. Alay



"Kau diam saja!Tak seharusnya kau ikut campur,apa kau yakin Amy mencintaimu?"tanya Deni lalu pergi meninggalkan laki-laki itu untuk pulang



---



"Rey.."gadis itu menangis dengan menggenggam tangan Mr. Alay yg terbebani selang infus ia tak kuasa melihat kondisinya sekarang, wajahnya pucat,sangat pucat



"Amy..Kau disini?"tanya Rey



"Rey,syukurlah kau bangun"



"Amy.."



"Rey,maafkan aku.."



"Aku mencintaimu,apa kau tak mencintaiku?"tanya Rey



"Rey,kau harus sembuh"



---



laki-laki itu masih terdiam diposisinya,menatap apa yang dilakukan gadis itu didalam ruangan bersama Rey,Mr. Alay



"Maafkan aku,tak seharusnya aku memisahkan cinta kalian.Aku sadar aku egois,aku tidak pernah mau mendengar kenyataan yg mana bila nyatanya kau tak pernah menerima cintaku,kasihku,Amy"kata laki-laki itu dalam hatinya



Kini gadis itu tepat disisinya,ia segera menyusun rencana untuk beberapa hari kedepan



---



Hari H pun kini telah tiba,laki-laki itu mengajak kekasihnya pergi kesebuah tempat yg romantis



"Kau tau,aku sangat mencintaimu.Aku ingin kau selalu disisiku,menemaniku sampai akhir hayatku"laki-laki itu memulai berbicara,namun gadis itu hanya menangis



"Tapi kau tak pernah bisa mencintaiku,dan kini..Kau harus bahagia"



"Alen.."gadis itu mulai berbicara



"Pergilah,disana telah ada laki-laki yang kau cintai dan sangat mencintaimu,maafkan aku telah memisahkan cinta sejati kalian"gadis itu lalu menatap arah yg dibelakangnya,sosok lelaki yg ia cintai berdiri dengan senyuman manisnya menunggu gadis itu menghampirinya



"Alen,terimakasih"kata gadis itu lalu berlari menuju sosok laki-laki dengan senyuman manis itu



"Rey,aku mencintaimu"



"Apa kau tidak malu punya pacar alay"



"Aku tak peduli! Mr. Alay,aku tidak ingin kehilanganmu"