medsos.jpg


Mampu mementaskan drama hasil tulisan sendiri tentu akan lebih membanggakan daripada mementaskah naskah drama orang lain. Dengan begitu, kamu tentunya terlebih dahulu harus menysun naskah dramanya. Berikut langkah2 dalam menulis naskah drama.


Baca Juga: Pahlawan ulang tahun untuk penyihir

1. Tentukan terlebih dahulu topik atau tema drama yang akan kamu tulis.

2. Tentukan Pula pelaku beserta watak/ sifat masing masing pelakunya.

3. Tentukan setting /latar peristiwa yang akan kamu suguhkan dalam cerita drama tersebut. Untuk pemilihan setting , sebaiknya dipilih yang sederhana saja. Misalnya ruang tamu, halaman sekolah, atau taman.

4. Rancanglah kerangka alur yang akan dikembangkan dalam drama tersebut.

5. Kembangkan rencana alur menjadi teks drama yang menarik.





Ciri khas sebuah karya drama adalah tokoh, dialog, dan konflik. Konflik ini dapat diakhiri dengan satu keputusan final atau mengambang, sangat tergantung pada interprestasi(pandangan) seorang sutradara. Sebuah naskah drama akan menjadi sempurna apabila dipentaskan. Berikut ini unsur - unsur dalam drama.

Baca Juga: Pahlawan ulang tahun untuk penyihir

1. Tema

Adalah pikiran pokok yang mendasari lakon drama. Pikiran pokok ini dikembangkan sedemikian rupa sehingga menjadi cerita yang menarik.

2. Amanat

Adalah pesan moral yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca naskah/penonton drama. Pesan itu tentu saja tidak disampaikan secara langsung, tetapi lewat tokoh drama.

3. Konflik

Lakon drama yang baik selalu mengandung konflik, sebab roh drama adalah konflik. Drama memang selalu menggambarkan konflik atau pertentangan. Pertentangan yang terjadi adalah antara pemain dan pemain, pemain dan lingkungan, pemain dan kemauannya, atau antara pemain dan nasibnya.

4. Karakter

Karakter atau perwatakan adalah keseluruhan ciri-ciri jiwa seorang tokoh dalam lakon drama.

karakter ini diciptakan penulis lakon untuk diwujudkan oleh pemain(aktor yang memerankan tokoh itu). Seorang tokoh bisa saja berwatak sabar, ramah, dan suka menolong. Sebaliknya, bisa saja berwatak pemberani, suka marah, dan keji.

5. Dialog

Jalan cerita lakon drama diwujudkan melalui dialog dan gerak yang dilaktkan para pemain.

Dialog dialog yang dilakukan harus mendukung karakter tokoh yang diperankan dan dapat menunjukan alur lakon drama.

6. Latar

Latar adalah tempat, waktu, dan suasana terjadinya suatu adegan. Karena semua adegan dilaksanakan dipanggung, maka panggung harus bisa menggambarkan latar yang dikehendakinya.

7. Bahasa

Naskah drama diwujudkan dari bahan dasar bahasa. Bahasa sebagai bahan dasar diolah untuk menghasilkan lakon drama yang diwujudkan dalam dialog.

8. Interpretasi

Penulis lakon drama selalu memanfaatkan masyarakat sebagai sumber gagasan dalam menulis cerita. Karena itu, apa yang ditampilkan dipanggung harus bisa dipertanggung jawabkan terutama secara nalar.

Dengan kata laim, lakon drama yang dipentaskan itu harus terasa wajar.

Bahkan harus diupayakan sedapat-dapatnya menyerupai kehidupan yang sebenarnya dalam masyarakat.

Baca Juga: Pahlawan ulang tahun untuk penyihir